GasparNews.com, Tanjungpandan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Belitung menerima kunjungan Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPKGBK) dalam rangka studi komparatif pengembangan dan pengelolaan platform digital secara mandiri, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang BSMART Diskominfo Belitung tersebut diikuti sekitar 20 pegawai PPKGBK.
Kunjungan ini bertujuan mempelajari penerapan Belitung Smart City (BESTY), integrasi layanan digital, serta tata kelola platform teknologi informasi yang dikembangkan dan dikelola secara mandiri.
Kepala Diskominfo Kabupaten Belitung, Kasimin, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, transformasi digital membutuhkan komitmen, kolaborasi, serta kesiapan sumber daya manusia agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Kami tentu menyambut baik kunjungan dari PPKGBK. Ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, khususnya dalam membangun ekosistem layanan digital yang terintegrasi. Melalui BESTY, kami terus berupaya memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” kata Kasimin.
Pengembangan Digital Butuh Tata Kelola dan SDM Kompeten
Ia menjelaskan, pengembangan layanan digital tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi.
Lebih dari itu, diperlukan tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, integrasi data, serta kemampuan organisasi untuk mengelola dan mengembangkan platform secara berkelanjutan.
Menurut Kasimin, kemandirian dalam pengelolaan sistem digital menjadi salah satu aspek penting agar pengembangan teknologi dapat menyesuaikan kebutuhan organisasi maupun masyarakat.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana organisasi memiliki kemampuan untuk mengelola sistem secara mandiri. Dengan demikian, platform digital yang dibangun dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi, mengatakan kunjungan ke Diskominfo Belitung merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk memperoleh referensi dan mempelajari praktik baik dalam penerapan transformasi digital.
“Kami datang ke Belitung untuk melihat secara langsung bagaimana pemerintah daerah membangun serta mengelola platform digital secara mandiri. Kami berharap pengalaman yang kami dapatkan di sini dapat menjadi referensi bagi PPKGBK dalam melakukan penguatan transformasi digital, khususnya dalam mendukung modernisasi birokrasi,” ungkap Hendry.
Ia menambahkan, transformasi digital menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola organisasi.
Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi perlu terus didorong agar berbagai proses layanan dapat terintegrasi dan berjalan lebih optimal.
Hendry menegaskan, pembelajaran yang ingin diperoleh PPKGBK tidak terbatas pada penggunaan aplikasi, tetapi juga mencakup proses pengembangan, tata kelola, integrasi sistem, hingga pemeliharaan platform digital.
“Kami tidak hanya ingin melihat aplikasinya, tetapi juga belajar mengenai proses, tata kelola, integrasi, hingga bagaimana platform tersebut dikembangkan dan dipelihara. Hal-hal tersebut menjadi pembelajaran penting bagi kami,” imbuhnya.
Diskominfo Belitung Paparkan Inovasi BESTY
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kabupaten Belitung, Apdian Mudie Priyanbadi, memaparkan pengembangan BESTY serta penerapan teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Belitung.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan platform digital harus berangkat dari kebutuhan organisasi dan diarahkan untuk membangun layanan yang saling terintegrasi.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi yang diterapkan diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan efektivitas pelayanan.
“Dalam membangun sebuah platform digital, kita tidak hanya berbicara mengenai aplikasi. Yang paling utama adalah bagaimana aplikasi tersebut dapat menjawab kebutuhan organisasi, terintegrasi dengan layanan lainnya, serta dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Apdian.
Melalui studi komparatif ini, pengalaman Diskominfo Kabupaten Belitung dalam mengembangkan BESTY diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi PPKGBK untuk menyusun strategi pengembangan platform digital.
Pertukaran pengalaman antarlembaga tersebut juga diharapkan dapat memperkuat penerapan teknologi informasi, mendorong integrasi layanan, serta mendukung modernisasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.***







