GasparNews.com, Bangka Barat – Polres Bangka Barat bergerak cepat mengantisipasi potensi serangan hewan liar dengan memasang spanduk imbauan waspada buaya di sekitar aliran Sungai Desa Peradong, Dusun II Menggarau, Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (11/2/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB tersebut melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Peradong, Sekretaris Desa, perangkat desa, para kepala dusun, Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha SH SIK, mengatakan pemasangan spanduk merupakan langkah preventif untuk mencegah adanya korban susulan akibat serangan buaya.
“Ini adalah langkah cepat yang kami lakukan untuk melindungi masyarakat. Kami tidak ingin ada lagi warga yang menjadi korban serangan hewan buas seperti buaya. Karena itu, kami segera memasang imbauan di titik-titik yang dinilai rawan,” ujar Pradana dalam keterangnannya.
Menurutnya, kawasan aliran sungai dan kolong-kolong di sejumlah wilayah Bangka Barat berpotensi menjadi habitat maupun jalur pergerakan buaya. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pemetaan secara menyeluruh guna menentukan langkah pencegahan yang lebih terarah.
“Kami akan memetakan lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya, baik di aliran sungai maupun kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Pemetaan ini penting agar upaya pengawasan dan pencegahan bisa dilakukan secara maksimal,” katanya.
Selain pemasangan spanduk, Polres Bangka Barat juga menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk personel di tingkat polsek dan para Bhabinkamtibmas, untuk aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar sungai.
Hati-hati Beraktivitas di Sungai dan Kolong
Kapolres mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada pagi dan malam hari yang dinilai rawan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan kolong. Jika melihat atau mengetahui keberadaan buaya, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia menambahkan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan warga dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Sementara itu, warga Desa Peradong menyampaikan apresiasi atas respons cepat kepolisian. Mereka menilai pemasangan spanduk peringatan di lokasi rawan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. (*)

