Gasparnews.com, Belitung – H-4 lebaran yaitu pada tanggal 6 April 2024 yang merupakan periode angkutan lebaran tahun 1445 H / 2024. Penumpang Bandara H AS Hanandjoeddin tembus di angka 3.028 pergerakan penumpang dengan 20 Pergerakan pesawat.
Pergerakan penumpang tersebut Terdiri dari penumpang datang sebanyak 1.529 orang dengan Load Factor atau keterisian pesawat sebesar 98 % dan penumpang berangkat dari Bandara H AS Hanandjoeddin 1.499 orang dengan persentase keterisian pesawat sebanyak 96 %,” kata Executive General Manager Kantor Cabang Bandara Int H AS Hanandjoeddin, Khaerul Assidiqi, Minggu (7/4).
Ia mengatakan, terdapat 2 ekstra flight yang melayani rute Jakarta – Belitung dan sebaliknya yaitu JT 3120/ JT3121 yang berangkat dari Bandara H AS Hanandjoeddin jam 07.55 WIB dan JT128/JT 129 yang berangkat dari Bandara H AS Hanandjoeddin jam 09.45 WIB.
“Jumlah pergerakan penumpang tersebut menjadi yang tertinggi di Bandara H.AS Hanandjoeddin semenjak pandemi Covid 19 dan sejak dikelola PT Angkasa Pura II tepatnya di tahun 2020 silam. Angka ini bahkan melampaui rekor pergerakan penumpang terbanyak / hari di masa Natal dan tahun baru 2023 yang menyentuh angka 2.893 pergerakan penumpang / Hari serta menjadi pergerakan tertinggi sejak 2022 sampai dengan 2024,” ungkapnya.
Lonjakan Penumpang Hingga Arus Balik Lebaran
Khaerul mengungkapkan “Sesuai prediksi di awal, hari ini pecah rekor untuk pergerakan penumpang di tahun 2024, dengan pergerakan penumpang menyentuh diangka 3.028 dengan 20 pergerakan pesawat, tren positif ini akan berlangsung terus sampai dengan nanti arus balik berlangsung.
“Hasil pantauan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Bandara Int H AS Hanandjoeddin tampak penumpang memadati Bandara, namun secara umum operasional berjalan dengan aman dan lancar berkat kolaborasi para stakeholder di Bandara H AS Hanandjoeddin,” ujar Khaerul.
Khaerul menambahkan, bahwa Kondisi ini juga menandakan bahwa animo dan demand penumpang ke Belitung cukup tinggi dengan Load Factor atau Tingkat Keterisian diatas 90%, sehingga perlu adanya penambahan penerbangan.
“Kami secara intensif selalu berkomunikasi dengan pihak maskapai terkait penambahan penerbangan dari dan ke Belitung ini, memang kondisi saat ini jumlah armada masih terbatas dari sebelum pandemi berjumlah 600an armada sementara saat ini masih di jumlah 400an armada disamping juga pertimbangan lainnya dari maskapai,” tambahnya. (*)







