APDESI Belitung Dukung Program Kartu Kendali BBM Bupati, Minta Masyarakat Tidak Panik

banner 468x60

GasparNews.com, Tanjungpandan – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Belitung menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Belitung dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui kartu kendali di tingkat pengecer atau kios.

Ketua APDESI Kabupaten Belitung, Yahya SE, mengatakan program tersebut melibatkan distribusi BBM sebanyak 80 kiloliter yang diperuntukkan bagi 9 desa dan 6 kelurahan.

Bacaan Lainnya
kalender2024

Khusus wilayah pedesaan, terdapat sekitar 10 kios atau pengecer di setiap desa yang telah ditunjuk untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat.

“Kami para kepala desa beserta seluruh perangkat dari 9 desa ini, atas nama APDESI, mendukung penuh program Bapak Bupati terkait pelayanan BBM ini. Kami juga berharap seluruh stakeholder terkait dapat bahu-membahu menyukseskan program tersebut,” ujar Yahya, Sabtu (26/9/2026).

Satu Minggu Masa Uji Kartu Kendali BBM

Pemkab Belitung mulai menerapkan skema kartu kendali BBM (fuel card) setelah berakhirnya kebijakan ganjil-genap pada Jumat (25/9).

Skema tersebut menyasar kios-kios atau pengecer Pertalite yang sebelumnya telah didata oleh pemerintah desa dan kelurahan.

Kartu kendali berfungsi sebagai instrumen pengaturan sekaligus pengawasan agar pendistribusian BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, dapat lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir, Kamis (24/9), mengatakan skema kartu kendali tersebut untuk sementara diberlakukan selama satu minggu.

“Kami berharap kebijakan tersebut dapat segera mengurai persoalan ketersediaan Pertalite di Kabupaten Belitung, khususnya mengurangi antrean panjang kendaraan di SPBU,” katanya.

BBM Rp12 Ribu di Kios Diharapkan Redam Antrean SPBU

Yahya tidak menampik bahwa pada awal pelaksanaan program sempat terjadi kendala teknis dan miskomunikasi di lapangan antara Pemerintah Kabupaten Belitung, Pertamina, dan pengelola SPBU.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam penerapan sebuah program baru. Namun, ia memastikan situasi saat ini sudah berjalan kondusif.

Sejak Sabtu pagi, kios dan toko yang telah terdata mulai menyalurkan BBM kepada masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.000 per liter.

“Alhamdulillah hari ini penyaluran berjalan lancar. BBM disalurkan ke masyarakat dengan harga Rp12.000 per liter. Harapan kita dalam jangka waktu satu minggu ke depan, langkah ini efektif mengurai antrean panjang yang biasa terjadi di SPBU,” jelas Yahya.

Ketua APDESI Imbau Warga Tidak Panic Buying

Menanggapi fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU, Yahya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, pasokan BBM untuk wilayah Belitung dalam kondisi terkendali. Kuota di setiap SPBU juga akan ditambah atau disesuaikan kembali sesuai kebutuhan.

“Masyarakat kami minta tetap tenang dan jangan panik. Stok BBM terkendali. Mari kita saling memahami dan bekerja sama, karena dari tingkat pusat hingga desa, pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Tim)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *