BPBD Belitung Tingkatkan Kesadaran Bencana Melalui Edukasi kepada 150 Pelajar dan Guru

banner 468x60

GasparNews.com, Tanjungpandan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung menggelar Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Kabupaten Belitung Tahun 2026 di Gedung H Ishak Zainudin, Tanjungpandan, Rabu (2/9/2026).

Bacaan Lainnya
kalender2024

Kegiatan bertema ‘Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana‘ ini diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA serta guru se-Kecamatan Tanjungpandan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison, mengatakan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan masih lebih banyak berfokus pada penanganan pascabencana, seperti tanggap darurat dan pemulihan, dibandingkan upaya pencegahan sebelum bencana terjadi.

“Pengetahuan kebencanaan masyarakat saat ini lebih banyak pada kegiatan pascabencana berupa emergency response dan recovery daripada kegiatan sebelum bencana. Paradigma tersebut harus kita ubah sehingga kita dapat mereduksi potensi bahaya atau kerugian yang mungkin timbul dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Zainal dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut penting agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana melalui langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini.

Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Paryanta, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dapat semakin kuat guna meminimalisir risiko serta dampak bencana.

“Dengan kegiatan ini, kita dapat meningkatkan motivasi seluruh masyarakat dalam membangun dan menyempurnakan sistem kesiapsiagaan. Semoga sinergitas bersama dapat mendukung upaya meminimalisir ruang terjadinya bencana,” kata Paryanta.

Paryanta menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Dengan kesiapan yang baik, kita dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, pelajar dan guru diharapkan dapat menjadi agen penyebarluasan informasi kebencanaan di lingkungan sekolah maupun keluarga, sehingga masyarakat Kabupaten Belitung semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana.***

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *