FKRB Surati Polda Babel Sikapi Proses Hukum Masyarakat vs Sawit Foresta, Ini Poinnya

banner 468x60

Gasparnews.com, Belitung – Tim yang tergabung dalam FKRB (Forum Keadilan Rakyat Belitong) mengelar kegiatan jumpa pers bersama sejumlah media dan LSM di Kedai Bubur Ayam Kite (SMP Negeri 2 Tanjungpandan) Kabupaten Belitung, Senin (28/8/2023).

Pada momen jumpa pers tersebut dilaksanakan dalam rangka menyikapi perkembangan terkini mengenai proses hukum terkait konflik yang terjadi antara Masyarakat Kecamatan Membalong dengan PT Foresta Lestari Dwikarya (FLD).

Bacaan Lainnya
kalender2024

Berikut kutipan siaran pers kepada sejumlah media di Tanjungpandan dari FKRB diantaranya:

1. FKRB telah menyampaikan surat kepada KAPOLDA Kepulauan Babel (Kep Babel) melalui KAPOLRES Belitung dengan tembusan KAPOLRI dan GUBERNUR Kep Babel agar memaksimalkan upaya Restorative Justice seperti yang dijanjikan oleh WAKAPOLDA Kep Babel pada Tanggal 18 Agustus 2023 lalu.

2. Upaya penegakan hukum (Pro Justicia) yang sedang dilakukan POLDA terkesan “Parsial” yang justru akan memicu konflik baru antara kelompok masyarakat Membalong dan PT FLD.

3. FKRB telah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF-FKRB) yang sedang bekerja untuk mengumpulkan bukti bukti otentik yang nantinya akan dipakai oleh FKRB dalam mengambil langkah langkah strategis demi menegakkan keadilan bagi kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam konflik ini.

Surati Polda Babel

Dalam jumpa pers ini, salah seorang dari FKRB (Forum Forum Keadilan Rakyat Belitong) Suryadi Saman yang merupakan tokoh reformasi Belitung ini menyampaikan bahwa FKRB pada hari ini telah menyurati polda Bangka Belitung dalam rangka Menyikapi dan menindaklanjuti pertemuan kelompok masyarakat Kecamatan Membalong dengan Forum Kedukunan dan Lembaga Adat Melayu Belitong.

Berikut ini poin Penting Pertemuan Wakapolda di Rumah Dinas Bupati Belitung

– Agar tetap memegang KOMITMEN yang disampaikan oleh Bapak WAKAPOLDA pada pertemuan di Rumah Dinas BUPATI Belitung pada tanggal 18 Agustus 2023 untuk menyelesaikan secara musyawarah atas kejadian “kesalahpahaman” antara PT Foresta Lestari dengan kelompok masyarakat Kecamatan membalong.

– Dari keterangan yang disampaikan oleh Kelompok Masyarakat kepada kami, mereka mengakui telah terprovokasi dan “salah mengartikan” ucapan yang disampaikan oleh BUPATI Belitung pada aksi unjuk rasa tgl 10 Juli 2023, seperti yang juga tersebar luas di media sosial.

– Akar masalah yang ada selama ini antara PT Foresta dengan Kelompok Masyarakat Membalong HARUS TERUS diupayakan penyelesaiannya oleh para pemangku kepentingan, agar suasana yang kondusif di masyarakat dapat dijaga dengan baik terlebih lagi menghadapi tahun politik 2024, dimana akan banyak sekali kepentingan politik praktis didalam konflik ini.

Sejumlah awak media meliput jumpa pers dari Tim FKRB di Kedai Bubur Ayam Kite, Tanjungpandan, Senin (28/8)

Upaya Restorative Justice

Dalam keterangan persnya, Suryadi Saman berharap agar dalam penangganan Konflik antara Masyarakat Kecamatan Membalong dengan PT Foresta Lestari Dwikarya (FLD) dapat dilakukan dengan memaksimalkan upaya restorative Justice.

“Memang dalam hal ini memang betul ada indikasi pidana dalam kejadian yang pasti kerugian materi pihak ketiga. Namun fakta lain kejadian ini tidak berdiri sendiri dan tidak tiba-tiba orang datang terus membakar. Kalau dialog tuntas, maka tidak akan terjadi konflik ini dan bisa dikendalikan. Jadi peristiwa ini tidak berdiri sendiri dan tidak ada niat untuk sampai melakukan kegiatan semacam itu. Maka upaya agar konflik tidak berkepanjangan, maka sebaiknya upayakan lewat Restorative Justice,” ungkap mantan Wagub Babel itu.

Suryadi saman juga berharap ada tahap yang jelas dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah konflik antara PT Foresta dengan Kelompok Masyarakat Membalong ini diselesaikan dengan tuntas.

“Kami anggap pemerintah sebetulnya belum cukup dalam hal penangganan masalah ini. Karena tidak cukup hanya bicara ini bukan kewenangan kami. Itu  bukan pemimpin namanya. Jadi, tentunya kita cari solusi bersama. Bangun kesepakatan bersama-sama untuk mencari solusi dan jalan keluarnya secara tuntas,” imbuhnya.

Hadir pada pertemuan itu diantaranya; beberapa tim yang tergabung dalam FKRB diantaranya Abdul Hadi Adjin, Suryadi Saman, Mukti Maharif, Syamsul Basroni, dan Minggu serta sejumlah Wartawan dan LSM Belitung. (Tim)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *