GasparNews.com, Belitung – Herlambang (HR) menyatakan keberatan dan tidak terima atas pemberitaan yang terbit pada Sabtu (17/1/2026) berjudul “HR Dinilai Langganan Bikin Gaduh, Diduga Negosiasi Pemberitaan Bermotif Uang” yang dimuat media Radarkriminal.com, karena dinilainya sangat menyudutkan dirinya serta tidak disertai bukti yang jelas.
Ia menilai isi berita tersebut sangat menyudutkan dirinya dan tidak disertai bukti yang jelas.
Dalam pemberitaan itu, HR disebut kerap mendatangi proyek-proyek pemerintah maupun investor swasta, memunculkan isu, lalu diduga melakukan negosiasi pemberitaan dengan motif finansial.
“Tuduhan itu sangat menyudutkan saya. Tidak ada bukti yang menunjukkan saya pernah bernegosiasi dengan pihak pemerintah maupun swasta terkait pemberitaan,” ujar Herlambang kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Ia juga menanggapi pernyataan yang dimuat media Radarkriminal.com, yang mengutip Lendra. Informasinya ia juga Ketua LSM BIN Babel sekaligus penulis berita tersebut.
Dalam pemberitaan itu disebutkan adanya pola mendatangi proyek, mengangkat isu, lalu berujung pada negosiasi pemberitaan.
“Saya minta tuduhan itu dibuktikan. Jangan asal menuduh. Pernyataan tersebut tidak berdasar dan merusak nama baik saya,” tegas Herlambang.
Kemudian, Terkait penyebutan insiden di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, yang menyebut HR bersama oknum wartawan lain sempat diamuk warga akibat gaya peliputan yang dinilai arogan, Herlambang menegaskan persoalan tersebut telah memiliki putusan hukum.
“Kasus itu sudah ada keputusan hukum dan kami dinyatakan tidak bersalah. Saat itu kami hanya menjalankan tugas jurnalistik untuk mencari kebenaran terkait proyek tambak udang,” jelasnya.
Bantah Keras Tuduhan Mencoreng Nama Baik TNI
Lanjutnya, Ia juga membantah keras tudingan yang menyebut tindakannya mencoreng nama baik institusi TNI, mengingat dirinya merupakan pensiunan TNI.
“Saya sangat kecewa dengan pernyataan itu. Saya tidak pernah mencoreng nama baik TNI. Sebagai pensiunan, saya selalu menjaga kehormatan institusi. Silakan buktikan jika saya dianggap mencoreng nama TNI,” ujarnya dengan nada tegas.
Hingga berita klarifikasi ini disampaikan, Herlambang mengaku kecewa karena upaya konfirmasi kepada Lendra selaku penulis berita dan Ketua LSM BIN Babel tidak mendapatkan tanggapan serius.
Perlu aku jawab? Tidak level aku, kamu itu paham,” ujar Lendra singkat, yang oleh Herlambang dinilai disampaikan dengan nada tidak serius saat dikonfirmasi wartawan.
Dalam waktu dekat, Herlambang menegaskan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan tuduhan yang dinilainya tidak berdasar tersebut kepada pihak kepolisian.
“Saya tidak akan tinggal diam. Tuduhan ini telah mencemarkan nama baik saya, baik secara pribadi maupun profesional. Dalam waktu dekat saya akan melaporkannya ke pihak kepolisian agar semuanya jelas dan terang,” pungkas Herlambang. (*)







