GasparNews.com, Tanjungpandan – Bupati Belitung, H Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia, terutama dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Pendidikan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, di Gedung H. Ishak Zainudin, Rabu (4/11/2026).
Seminar yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Belitung tersebut mengangkat tema “Seni Komunikasi Guru di Masa Kini”, dengan tema besar peringatan “Solidaritas Guru Berkualitas, Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari Kabupaten Belitung.
Pendidikan Menentukan Masa Depan Daerah
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara.
Namun, pembangunan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama karena menjadi penentu masa depan daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Sebaliknya, membangun karakter dan kualitas manusia membutuhkan proses panjang, kesabaran, serta ketelatenan.
Dalam hal ini, guru memiliki peran strategis melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus.
“Kalau jalan dan jembatan menghubungkan satu titik ke titik yang lain, pendidikan itu menghubungkan hari ini dengan hari depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Keterbatasan Bukan Penghalang Meningkatkan Pendidikan
Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para guru yang telah menjalankan tugas mendidik dengan penuh tanggung jawab.
Ia mengakui bahwa profesi guru bukanlah pekerjaan mudah karena membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, keteladanan, serta komitmen yang berkelanjutan.
Terkait kondisi pendidikan di daerah, Bupati menyadari masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi, mulai dari fasilitas sekolah hingga berbagai persoalan pendidikan lainnya.
Namun, ia mengingatkan agar berbagai keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi keterbatasan cita-cita kita, keterbatasan fasilitas tidak boleh mematikan kreativitas kita, dan keterbatasan keadaan tidak boleh mengalahkan semangat kita untuk mencerdaskan anak-anak Belitung,” tegasnya.
Guru Hebat Harus Mampu Membangun Komunikasi
Bupati juga berharap para guru dapat menerapkan pola komunikasi dua arah dengan peserta didik. Guru diharapkan memberikan ruang bagi anak untuk bertanya, menyampaikan pendapat, mengembangkan kreativitas, serta tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap kemampuan setiap anak.
Lanjutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademis, tetapi juga dari terbentuknya karakter, kemampuan berpikir, serta tanggung jawab peserta didik.
“Guru yang hebat bukan hanya guru yang menghasilkan murid pandai menjawab soal, tetapi mampu melahirkan manusia yang bisa berpikir, mengambil keputusan, menjaga prinsip, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dorong Anak Percaya Diri Meraih Masa Depan
Selain itu, Bupati menitipkan pesan kepada para guru agar terus mendorong peserta didik untuk memiliki kepercayaan diri dan tidak merasa rendah diri karena latar belakang ekonomi keluarga.
Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik melalui kemauan, kedisiplinan, dan keberanian untuk terus belajar.
Ia juga mengingatkan bahwa pengabdian seorang guru mungkin tidak selalu memperlihatkan hasil secara langsung. Namun, dampak pendidikan yang diberikan dapat dirasakan bertahun-tahun kemudian melalui keberhasilan dan karakter peserta didik.
PGRI Ajak Guru Tingkatkan Kompetensi Menuju Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Belitung, Zuhri, menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, sekaligus memperkuat solidaritas serta komitmen profesi guru.
Ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pendidikan juga harus didukung dengan terciptanya lingkungan satuan pendidikan yang ramah dan aman bagi peserta didik, termasuk melalui upaya meminimalkan serta memitigasi kekerasan di lingkungan sekolah.
“PGRI mengajak kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di Kabupaten Belitung, marilah kita bersama-sama meng-upgrade diri untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Seminar Hadirkan Dua Narasumber
Ketua Pelaksana, Zainal Arifin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi guru yang adaptif di era modern, memperkuat peran guru dalam membangun peradaban bangsa, serta merumuskan pendekatan pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan.
Ia berharap melalui seminar tersebut, para peserta dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, inspirasi baru, serta semangat yang lebih kuat untuk terus membimbing generasi penerus bangsa.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kombespol Syamsubair, S.I.K., M.H., selaku Plh. Kasatgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, serta Endah P. Handayani, S.E., M.H., CM., CT., sebagai trainer komunikasi dan pengembangan kepribadian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Belitung memperoleh wawasan serta keterampilan baru dalam membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik.
Sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, membangun karakter generasi muda, dan mempersiapkan masa depan Kabupaten Belitung yang lebih baik.***







