Ini Kisah 10 Nelayan Tanggerang yang 10 Jam Terapung di Tengah Laut

banner 468x60

Gasparnews.com, Tanjungpandan – Sekilas mengenai cerita 10 Nelayan yang selamat setelah terapung selama 10 jam ditengah laut, usai insiden terpaan angin kencang dan ombak besar hingga 3 meter lebih di tengah laut Jawa.

Seluruh nelayan tersebut berasal dari Tanggerang, Provinsi Banten yang sudah 3 hari istirahat sambil menggu proses pemulangan ke daerah asalnya, di PPN Tanjungpandan, Kabupaten Belitung

Bacaan Lainnya
kalender2024

Mereka yang berada di KM Mekar Jaya A adalah; Sarda (45) Nahkoda dan 9 Anak Buah Kapal (ABK)-nya yaitu Ardi (34), Rohmat (42), Jurmin (40), Yusuf (51), Daud (33), Raul (23), Supandi (45), Nahrani (41), Udin (21).

Mereka semua selamat setelah terombang-abing ditengah laut Jawa selama 10 jam tanpa makan dan minum serta mengapung dengan perlengkapan seadanya seperti; jeriken, papan bekas puing kapal dan lain-lain.

Nahkoda KM Mekar Jaya A, Sarda menjelaskan ketika jarum jam mengarah ke pukul 02:30 WIB, pada Rabu pagi 4 Januari 2022, Kapal sepanjang 13 meter, sedang meljntas dilaut Jawa menuju pulau Penitik di wilayah Pulau Seribu untuk menebar jaring ikan.

“Tiba-tiba gelombang besar datang disertai angin yang sanhat kencang, ada yang sedang makan dan ngopi pun semua terbang disaat kmbak besar 3 meter memghantam kapa,’ ungka Nahkoda Sarda kepada Gasparnews, Sabtu (7/1/2022) pagi.

Ganasnya Gelobang Laut

Ganasnya gelombang laut sulit ditebak. Kapal dengan ukuran yang cukup besar pun terbalik. Ransum beserta seluruh isi kapal tidak dapat terselamatkan. Bahkan seluruh Nelayan ikut tercecer ke laut.

“Kondisi di tengah laut waktu itu gelap. Dalam kondisi setengah sadar, rekan-rekan semua masih punya tenaga untuk berenang, sembari berdekatan sambil memegang jerigen hingga papan dari sisa puing-puing kapal kita,” beber Dia.

Dilain sisi, Nahrani mengisahkan tragedi laka laut yang dialaminya kepada Gasparnews.com di saat Mereka melewati malam tanpa arah di tengah laut, hampir tanpa harapan. Mereka bersyukur malam itu, nyawa mereka selamat.

“Alhamdulillah setelah 10 jam berlalu, KM Bandar Bestari 05 melewati kami ketika pagi hari pada pukul 08:00 WIB, mengevakuasi kami dengan selamat,” ucap Nahrani.

ABK KM Bandar Bestari 05 Berikan Perawatan

Selama di kapal KM Bandar Bestari 05, kami dirawat ABK-nya sekaligus diberi makan dan minum agar kesehatan kembali pulih. Mengingat 10 jam mengapung dilaut, mereka tak bisa berbuat apa-apa dan kondisi fisik masih lemah.

“Kami tidak memiliki alat komunikasi apapun, karena semua hanyut terbawa arus laut yang kuat, sehingga kami hanya menunggu secercah harapan untuk keluar dari musibah ini. Akhirnya saudara kita dari KM Bandar Bestari 05,enyelamatkan kami dari musibah ini. Alhamdulillah,” ucap Nahrani.

Pada saat itu, Syahbandar PPN Tanjungpandan Yovan Aspirandi dan Bang Eki beserta timnya serta perwakilan dari HNSI Belitung berbincang dan memberikan pesan kepada para nelayan itu dan rekan-rekannya, bila terjadi laka laut agar dapat menghubungi pihaknya ataupun pihak lain, sehingga dapat memberikan pertolongan.

“Kalau ada apa-apa di laut baik itu kecelakaan maupun yang lain, langsung hubungi kami ya pak,” pesan Syahbandar Yovan kepada Nahkoda Sarda.

Laka Laut di koordinat Lintang 5°33’275″ S Bujur 106°54’248″ E

Adapun titik koodinat laka laut tersebut di koordinat Lintang 5°33’275″ S Bujur 106°54’248″ E, melalui berita acara yang ditandangani Nahkoda Kapal KM Bandar Bestari 05.

Pihaknya sudah berkoordinasi ke pihak terkait, untuk proses pemulangan para nelayan ke daerah asalnya.

“Saat ini kami sudah koordinasi ke pihak terkait, supaya para nelayan bisa dipulangkan ke daerah asalnya,” ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh nelayan agar dapat melengkapi alat keselamatan saat melaut. “Utamakanlah keselamatan,” harap Yovan. (Red)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *