Kapolri dan Menpora Amali Dukung PSSI Berantas Mafia Sepak Bola

banner 468x60

Gasparnews.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendukung penuh upaya Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberantas mafia sepak bola di Tanah Air.

“Pemerintah menyambut baik rencana Ketua Umum PSSI memberantas mafia sepak bola. Hal inilah yang diharapkan oleh pemerintah sejak lama ingin agar sepak bola berjalan dengan baik,” ungkap Menpora ketika jumpa pers di Senayan, Jakarta. Dikutip dari laman resmi Kemenpora,” Minggu (19/2/2023).

Bacaan Lainnya
kalender2024

Menpora Amali menilai, selain sepak bola akan menjadi tontonan yang baik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, juga diharapkan pembinaan dan prestasinya meningkat.

“Dengan sepak bola berjalan baik, maka bertujuan untuk pembinaan, prestasi sekaligus menjadi tontonan yang baik bagi masyarakat,” harapnya.

PSSI Ujung Tombak Sepak Bola

Lanjut Menpora Amali, Pemerintah dengan berbagai instrumen melakukan berbagai upaya untuk membuat agar ekosistem sepak bola menjadi baik. Menurutnya, PSSI tetap menjadi ujung tombaknya.

“Namun demikian, tetap yang menjadi ujung tombaknya dari perbaikan ekosistem dan berbagai tata kelola untuk sepak bola adalah federasi atau PSSI,” urai Menpora Amali.

Berantas Pengaturan Skor (Match Fixing)

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan ketegasannya, dalam upaya memberantas match fixing dalam sepak bola Indonesia.

“Sudah waktunya PSSI memberikan kartu merah kepada mafia bola. Ini sudah berlarut-larut, yang sudah menjadi benalu dan membuat kita semua malu. Tidak hanya dipertandingan liga tetapi juga di pertandingan timnas yang notabene membawa nama baik bangsa,” ungkap Erick.

Menurutnya, pemberantasan pengaturan skor tidak cukup hanya PSSI saja, melainkan juga dengan FIFA, Kapolri dan Menpora.

“Karena itu tentu PSSI bersama FIFA bersepakat mengambil keputusan World White Sanction. Ketika menghukum individu yang bermain di Indonesia ini berlaku di seluruh wilayah FIFA yakni pemain, pelatih, wasit, pemiliki klub, pengurus PSSI yang terkena permainan mengatur skor dihukum seumur hidup,” bebernya.

“Ini tindakan yang sepatutnya sudah harus diambil selama ini. Saya yakini hal ini akan membuat perubahan besar untuk sepak bola Indonesia sebagai bagian dari membangun sepak bola yang bersih dan berprestasi. Insha Allah niat baik ini didukung penuh oleh Bapak Menpora dan Bapak Kapolri,” ucap Erick.

Kapolri Dukung Penuh Kebijakan Ketum PSSI

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendukung penuh kebijakan dari Ketum PSSI yang baru Erick Thohir.

“Tentu kami dari Kepolisian Republik Indonesia sangat mendukung apa yang menjadi program Ketum PSSI yang baru. Khususnya dalam upaya menyelenggarakan sepak bola yang lebih fair dan mampu memberantas match Fixing,” tambah Kapolri. (*)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *