Gasparnews.com, Belitung Timur – Ketua LSM Fakta Belitung Timur, Ade Kelana mempertanyakan apa urgensi dan manfaatnya terhadap masyarakat terkait beberapa pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang sekaligus juga sebagai ASN di Belitung Timur (Beltim) berkunjung ke Bali.
“Kami mempertanyakan status pengurus FKUB yang juga ASN/PNS, jika mereka keluar kota artinya mereka tidak kerja. Lantas tanggungjawab mereka selaku ASN/PNS bagaimana? kegiatan mereka itu kan bukan kegiatan dalam rangka tugas selaku ASN/PNS, apakah tukinnya tetap utuh, sementara ada kasus guru yang sakit dan tidak masuk ngajar serta tukinnya juga dipotong,” ungkap Ade Kelana, Jumat (13/10).
Kemudian Ade Kelana juga mempertanyakan apa manfaat dan urgensinya terhadap pembangunan di Belitung Timur atau nilai positifnya bagi umat beragama di Beltim.
“Di sisi lain yang kami lihat pengurus orgnisasi keagamaan di Beltim ini hampir orang-orang yang sama. Itu-itu juga orangnya yang menjadi pengurusnya. Karena ini menggunakan anggaran yang tidak sedikit dan itu jelas uang rakyat,” bebernya.
Bersua Foto dengan Turis Berbikini
Menurutnya, ada juga salah satu contoh yang tidak baik lagi waktu mereka berkunjung ke Bali. Ada diantara mereka yang jelas-jelas ASN/PNS di Pemda Beltim dan Kemenag Beltim yang bersua photo dengan background Kolam renang dengan turis berbikini, apa lagi mereka itu tokoh agama.
“Kami berharap demi menjaga namai baik dan Marwah Pemda Beltim dan Kemenag Beltim mereka harus meminta maaf kepada masyarakat Beltim, begitu juga kepala Kemenag Beltim, tolong tegur bawahannya tersebut,” tutup Ketua LSM Fakta itu. (*)







