Gasparnews.com, Belitung – Hamidin (63), warga Desa Buluh Tumbang menderita Penyakit gagal ginjal dan sudah 1 tahun ia harus cuci darah ke RSUD untuk bertahan hidup.
Kepada awak media, Sabtu (25/8/2024), Hamidin menceritakan sebelumnya ia rutin cuci darah 1 minggu 2 kali ketika masih berobat di salah satu Rumah sakit Swasta di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Namun, kata Hamidin saat ini hal tersebut tidak bisa ia lakukan lagi karena terkendala BPJS, sehingga mengharuskannya berobat ke RSUD.
Dikarenakan banyak pasien yang berobat ke RSUD, maka jadwalnya hanya 1 kali seminggu.
“Inilah yang menjadi kendala saya pak, karena cuci darah cuma 1 kali maka saya agak susah beraktifitas karena mudah capek dan lemas, hanya ini satu-satunya cara kami bertahan hidup pak. Harapan saya kedepan bisa cuci darah 2 kali seminggu,” pinta Hamidin.
Diketahui, Gagal ginjal merupakan kondisi ketika terjadi gangguan pada sistem ekskresi ginjal dan tidak dapat berfungsi dengan baik.
Gagal ginjal biasanya merupakan tahap akhir dari penyakit ginjal, dengan kerusakan pada ginjal yang sudah cukup berat atau berlangsung lama.
Penyebabnya banyak, bisa karena penyakit dari tubuh (diabetes), gangguan pembuluh darah (hipertensi), kerusakan pada ginjalnya itu sendiri, seperti radang ginjal dan penyakit polikistik yang berhubungan dengan genetik, dan batu ginjal yang menyumbat saluran kemih.
Hal ini dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain gaya hidup tidak sehat, obesitas hingga gangguan genetik, sehingga gagal ginjal juga banyak dialami oleh pasien berusia muda.
“Sekali lagi saya sangat berharap mendapatkan kemudahan agar saya dapat cuci darah seminggu 2 kali agar kesehatan saya stabil seperti sebumnya. Atau mungkin ada solusi lain yang lebih baik untuk menjaga kesehatan saya, ini juga sangat saya harapkan,” imbuhnya. (Tim)







