Peternak Mandiri Menjerit, Sudah Dua Minggu Harga Ayam Anjlok ke RP 15.000 per Kg

banner 468x60

Gasparnews.com, Belitung – Tercatat sudah 2 minggu lalu harga ayam kembali terkoreksi jauh dibawah harga pokok produksi (HPP). Peternak mandiri menjerit harga ayam anjlok hingga mencapai ke Rp 15.000 per kg.

Peternak ayam di Tanjungpandan dan sekitarnya mengalami kerugian, akibat harga ayam potong terjun bebas dan mendesak pemerintah segera turun tangan.

Bacaan Lainnya
kalender2024

Hal itu dibahas dalam rapat bersama Aliansi Perternak Mandiri Belitung bersama para peternak ayam potong yang dilaksanakan di kediaman Pak Ramli Lamcin, Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa, (7/2/2023) sore.

Koordinator Aliansi Peternak Mandiri Belitung, Hermadi menjelaskan harga ayam potong di peternak anjlok hingga mencapai Rp 15.000 per kg, semenjak dua minggu yang lalu.

“Ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu terakhir, harga ayam di peternak anjlok hingga mencapai Rp 15.000 per kg. Kondisi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu, sangat parah ini harganya, kami jadi banyak rugi,” ungkap Hermadi.

Kami berharap pemerintah turun tangan mengatasi permasalahan harga ayam yang anjlok hingga kini.

Harga Acuan Ayam Potong Rp 23.000 per Kg

Menurut Herdian, harga pokok produksi itu acuannya berada di harga Rp 23.000 per kg di peternak ayam. Dan itu pun masih dianggap baru kembali modal.

“Kalau dibawah harga Rp 23.000 kami mengalami kerugian. Kalau bicara mininal di harga Rp 21.000 – Rp 22.000, masih dapat lah bertahan kawan-kawan peternak mandiri ini, itu pun kami masih merugi. Belum lagi harga pakan ternak yang cukup tinggi,” tuturnya.

Menurut Hermadi di Belitung ini ada peternak mitra dan dan peternak mandiri dan kelompok peternaknya termasuk kedalam peternak mandiri.

Peternak mandiri ini berbentuk PT (perseroan terbatas) yang biasa menampung ayam potong mencapai puluhan ribu.

“Makin bertambahnya PT ini sangat mempengaruhi harga jual ayam hidup ini, sebab PT ini ayamnya sangat banyak, sekali masuk aja minimal 10.000 ekor, bahkan biasa satu PT itu puluhan ribu,” beber Hermadi.

Layangkan Surat ke DPRD Belitung

Menyikapi hal itu, Aliansi Peternak Mandiri Belitung akan segera layangkan surat ke DPRD Belitung, meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait anjloknya harga ayam potong ini.

“Kami sepakat dalam waktu dekat ini akan layangkan surat ke DPRD, minta tanggapan mereka, ngadu istilahnya, agar ada solusinya,” imbuh Hermadi.

Sementara itu salah satu peternak lainnya, Su’eb Fadli bersama rekan-rekannya sepakat juga untuk membawa masalah ini dibawa ke DPRD Belitung.

“Dalam hal ini kita harus berbagi tugas. Kalu cuma ngomong gini-gitu gak ada solusinya. Kita harus action, agar masalah ini dapat dibahas di DPRD Belitung,” tutup Su’eb mengharapkan dukungan dari wakil rakyat. (My/Red).

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *