GasparNews.com, Belitung – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung terus berkomitmen memperluas akses dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan.
Lewat pembenahan infrastruktur secara bertahap, tingkat gangguan dan pemadaman listrik di Bangka Belitung berhasil ditekan secara signifikan.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan dari hulu ke hilir—mulai dari pembangkitan, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi.
”Berbagai pembenahan kita lakukan secara bertahap. Hasilnya, intensitas gangguan dan pemadaman di Pulau Bangka dan Belitung jauh menurun hingga 315 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Ira.
Akses Listrik Pulau Rengit Kini 24 Jam
Selain peningkatan keandalan di pulau utama, perhatian PLN difokuskan pada pulau-pulau kecil di sekitarnya. Salah satu capaian nyata dirasakan oleh masyarakat Pulau Rengit.
Jika sebelumnya warga setempat hanya menikmati pasokan listrik selama 12 jam, kini akses kelistrikan telah melayani masyarakat penuh selama 24 jam nonstop.
Kehadiran listrik 24 jam ini diharapkan tidak sekadar menambah jam nyala, tetapi juga mampu mendorong mobilitas ekonomi, mendukung aktivitas harian warga, serta membuka peluang kemajuan daerah.
Pusat Pengembang Inovasi Energi Hijau
Momentum peningkatan layanan di Pulau Rengit juga ditandai dengan dipilihnya wilayah tersebut sebagai lokasi pengembangan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET).
Ira menyambut baik kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan Pulau Rengit sebagai laboratorium lapangan energi bersih.
Pembelajaran Wilayah Kepulauan: Karakteristik Pulau Rengit sebagai daerah kepulauan dinilai sangat relevan untuk menjadi model pembelajaran sistem kelistrikan di pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor: PLN mendorong sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, lembaga riset, dan masyarakat untuk memperkuat inovasi teknologi yang selaras dengan potensi ekonomi lokal.
“Inovasi akan semakin matang jika terus dievaluasi dan dikembangkan bersama. Kami berharap kehadiran GEET di Pulau Rengit memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah awal menuju solusi kelistrikan yang berkelanjutan,” pungkas Ira.***







