Inginkan Penambang Rakyat Semakin Profesional dan Bisa Lebih Mensejahterakan Masyarakat, Ketum DPP APRI Lakukan Kunjungan ke Beltim

banner 468x60

Gasparnews.com, Belitung Timur – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Gatot Sugiharto melakukan kunjungan ke Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Rabu (03/05/2023).

Kunjungan Ketum APRI ke Beltim ini langsung melakukan pertemuan dengan masyarakat penambang rakyat timah di Rumah Makan Fega Desa Baru Kecamatan Manggar Kabupaten Beltim.

Bacaan Lainnya
kalender2024

Ketum DPP APRI, Gatot Sugiharto seusai melakukan pertemuan dengan masyarakat penambang rakyat timah kepada beberapa awak media mengatakan, Kedatangannya ke Beltim ini karena Kabupaten Beltim atau Kepulauan Bangka Belitung ini sudah dikenal sebagai pemasok timah dari zaman sebelum Belanda dan secara terus-menerus sampai sekarang, tapi penambang rakyatnya atau masyarakat penambangnya tidak banyak perubahan, tetap dituduh ilegal, tetap sulit mendapatkan izin dan masih sering mendapat intimidasi.

“Makanya kita mengajak penambang timah di Bangka Belitung terutama di Beltim kali ini untuk makin terorganisir, secara proaktif mengajukan formalitas atau formalisasi, sehingga makin ke depan penambang rakyat timah di beltim ini semakin profesional dan bisa lebih mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Yang paling penting juga, lanjut Dia, kalau izinnya sudah ada, otomatis pengelolaan pasca tambangnya itu akan pasti jauh lebih baik dan bisa terencana dengan baik, karena sebenarnya ada banyak opsi atau pilihan, “Ada banyak pilihan untuk setelah ditambang itu mau diapakan, itu banyak opsi yang sangat menguntungkan masyarakat, dan dengan adanya formalisasi, nanti masyarakat membayar namanya IPERA atau iuran penambang rakyat,” ujarnya.

Kemudian Ketum DPP APRI ini menambahkan, dengan nantinya ada IPERA akan menjadikan beban Pemda untuk melakukan pembinaan maupun pengelolaan pasca tambang jadi lebih ringan, karena selama ini Pemda kurang mendukung tambang rakyat dikarenakan Pemda merasa rehabilitasi dan reklamasi pasca tambang itu tanggung jawab Pemda, sehingga Pemda tidak siap dengan APBD nya, tapi dengan adanya formalisasi maka semua itu bisa terjawab.

“Dan yang paling penting juga ke depan ini, kebutuhan logam tanah jarang yang sebenarnya mineral pengikut dari timah, ini juga akan bisa lebih eksploitasi gitu, jadi tidak dibuang sebagai sampah saja, tapi akan lebih banyak manfaatnya untuk masyarakat,” bebernya

Selain itu, Gatot Sugiharto juga menyebutkan tujuan pertemuan dengan dengan masyarakat penambang timah Beltim ini untuk menyadarkan para penambang membangun persepsi yang baru, bahwa sebagai penambang mereka harus bangga dan memiliki semangat baru untuk secara sadar menuju keinginan menjadi penambang yang bertanggung jawab, “Bertanggung jawab itu artinya, secara sadar mengurus legalitas, melakukan kegiatan penambangan dengan aman, dan pengelolaan yang ramah lingkungan, menyiapkan perencanaan pasca tambang, membangun pasar yang baik, memikirkan keterlibatan perempuan, dan yang terakhir harus memastikan manfaat tambang untuk membuka lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, lebih terorganisir dan bisa menyalurkan aspirasi dengan lebih baik, sehingga keinginan masyarakat bisa bertemu secara sinergis dengan pemerintah, sehingga kekuatan pertambangan rakyat menjadi basis ekonomi di Belitung ini bisa terwujud,” tuturnya.

Kata Dia lagi, harapan muncul sangat besar untuk mereka menyadari kelemahan selama ini, yaitu kurang bersatu dan mudah-mudahan dengan kesadaran yang baru, ada kebanggaan mereka sebagai penambang.

“Kita harus melihat sejarah bahwa Belitung Timur ini maupun Bangka Belitung itu memang anugrah tuhan yang terbesar itu adalah timah dan mineral pengikutnya, jadi basis ekonomi, basis pembangunan memang harus bertumpu pada itu, jadi jangan yang lain gitu, jangan yang nggak ada di sini, nah tapi keterlibatan masyarakat harus diperkuat, diperbanyak sehingga makin kuat, dan saya yakin Bangka Belitung akan menjadi daerah yang sangat strategis dan sangat maju dengan pendekatan itu tadi,” kata Gatot

Selanjutnya Ketum DPP APRI ini berharap, dengan pemahaman yang baru hari ini, masyarakat penambang timah di Beltim ini bisa mengajak lebih banyak penambang yang lain atau pemilik ponton yang lainnya untuk lebih terorganisir lagi, sehingga perjuangan ke depan bisa lebih kuat dan lebih terarah.

 

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *