Gasparnews.com, Tanjungpandan – Dalam rangka menjelang peringatan HUT ke-77, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belitung mengadakan Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Serbaguna, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung pada Rabu (12/10/2022) yang lalu.
Seminar ini dalam rangka HUT PGRI tgl 25 November 2022 nanti dan akan dilaksanakan di Belitung.
Moderator yang ditunjuk pada acara ini adalah Kepala SMAN 1 ( SMANSA) Tanjungpandan Jantimala MPd.
Kepala SMANSA, Jantimala mengatakan bahwa guru juga merupakan agen perubahan, sebab peran seorang guru sangat dominan dalam mendidik dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Namun dikatakannya sebuah anomali karena berdasarkan data tahun 2021 menunjukkan bahwa usia kerja di Indonesia, 37% nya berpendidikan SD dan tidak pernah bersekolah, sedangkan 52% pendidikan SMP/SMA.
Selain itu Ia mengungkapkan melalui pesan yang disampaikan PJ Gubernur Babel Ridwan Djamaludin, bahwa angka ini di satu sisi mengkhawatirkan, artinya kita harus tingkatkan angka ini menjadi lebih baik.
Sehingga, dengan semangat yang ada di tangan guru-guru, angka ini dapat diubah menjadi sebuah tantangan. Konotasinya, walaupun mereka memiliki tingkat pendidikan yang kurang, tapi jika kemampuan untuk bekerja tinggi, itu sudah cukup baik dan membantu.
“Artinya walaupun pendidikan formal tidak cukup tinggi, namun memiliki life skill dalam bertarung di dunia pendidikan dengan kekuatan karakter yang baik, itu akan cukup membantu di dunia pekerjaan nanti,” imbuhnya.
Peran PGRI Tingkatkan Kompetensi Guru
Ia berharap PGRI sebagai organisasi guru yang besar, dapat terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggotanya, serta meningkatkan kiprahnya dalam rangka tanggung jawab membangun sumber daya manusia yang efektif.
“Semoga PGRI dapat membina anak-anak muda kita untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi komunikasi informasi dengan sebaik-baiknya, agar dapat berkiprah secara positif di dunia maya,” harapnya.
Selanjutnya Ia tambahkan ketika PJ Gubernur Babel Ridwan memberikan pesan dari kutipan kata dari Presiden ke tiga RI BJ Habibie “bahwa kita memerlukan anak-anak bangsa dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dua komponen ini merupakan dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan. Indonesia memerlukan anak-anak muda dengan karakter kuat untuk membangun bangsa besar dan negara seluas indonesia ini,” tambah Jantimala.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Sekjen PGRI M Ali H Arahim, Ketua PGRI Kabupaten Belitung Sapta Nugraha, Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait, serta tamu undangan lainnya. (YS)







