GasparNews.com, Pangkalpinang – Memasuki musim kemarau, debit air di kawasan Sungai Retensi Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, mengalami penyusutan.
Kondisi tersebut justru dimanfaatkan masyarakat sekitar maupun warga dari berbagai wilayah di Kota Pangkalpinang untuk beraktivitas mencari ikan.
Sungai Retensi Kacang Pedang yang berada berseberangan dengan Kelurahan Pintu Air itu terlihat ramai didatangi warga.
Sejumlah warga memanfaatkan waktu luang dengan memancing di kolong retensi tersebut.
Berbagai jenis ikan ditemukan di kawasan itu, di antaranya ikan gabus, nila, lele dan sejumlah jenis ikan lainnya.
Namun, hingga kini masih menjadi pertanyaan sebagian masyarakat mengenai fungsi dan pemanfaatan kawasan retensi tersebut, termasuk keberadaan pematang waduk yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah.
Seorang warga yang merupakan pensiunan Dinas Pekerjaan Umum dan gemar memancing, namun meminta namanya tidak disebutkan, menilai desain pematang retensi tersebut semestinya dapat dimaksimalkan untuk pengelolaan air dan pengendalian sedimentasi.
Menurutnya, idealnya kawasan tersebut dirancang menjadi tiga bagian atau kolam.
“Kolam pertama bisa menjadi penangkap sedimen utama berupa lumpur. Kemudian kolam kedua berfungsi sebagai penyaring atau filter endapan. Setelah itu, kolam ketiga dapat digunakan untuk menampung air yang sudah melalui proses penyaringan,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Warga Dorong Retensi Kacang Pedang Dimanfaatkan Lebih Optimal
Dengan konsep tersebut, menurut dia, air yang telah melalui proses penyaringan dapat memiliki nilai manfaat lebih besar dan berpotensi dimanfaatkan masyarakat, pemerintah maupun perusahaan BUMD, tentunya dengan memperhatikan aspek teknis, kualitas air dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau dikelola dengan baik, tentu akan lebih banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, upaya wartawan GasparNews untuk memperoleh penjelasan mengenai fungsi, manfaat serta peruntukan Retensi Kacang Pedang dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatra Bagian Barat yang berkantor di Desa Kace belum membuahkan hasil.
Saat wartawan hendak melakukan konfirmasi, kantor tersebut sedang libur sehingga pihak terkait belum dapat ditemui.
Hari Libur, Retensi Kacang Pedang Ramai Dipadati Pemancing
Di sisi lain, aktivitas masyarakat di kawasan Retensi Kacang Pedang semakin ramai, khususnya pada hari libur. Warga terlihat berkumpul dan memancing di sekitar kolong retensi.
Sejumlah warga berharap pemerintah dapat melakukan penebaran bibit ikan di kawasan tersebut apabila secara teknis dan aturan memungkinkan.
Masyarakat menilai keberadaan ikan yang cukup banyak dapat menjadi potensi kegiatan rekreasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
“Kalau memang memungkinkan, kami berharap pemerintah bisa menabur bibit ikan. Jadi masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya, apalagi kondisi ekonomi sekarang,” harap seorang warga.
Awak media juga telah berupaya meminta tanggapan kepada Wali Kota Pangkalpinang terkait kondisi Retensi Kacang Pedang serta harapan masyarakat terhadap pemanfaatan kawasan tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, orang nomor satu di Kota Pangkalpinang tersebut belum memberikan respons. (Ronald)







