Gasparnews.com, Pulau Seliu – Tanggal 29 Juli merupakan hari peringatan ulang tahun (Ultah) Desa Pulau seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.
Acara ini diselenggarakan secara meriah dengan mengundang Pj Bupati Belitung, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Ketika wartawan Konfirmasi kaitan Desa Pulau Seliu yang telah berusia 128 tahun (lebih dari usia NKRI), Kades Edyar menjelskan sedikit sejarah berdirinya Pulau Seliu dari zaman Hindia Belanda hingga kini menjadi agian salah satu Desa di Kabupaten Belitung.
“Ini dulunya berdasarkan penunjukan dari pemerintah Hindia Belanda ke (alm) H Mahmud bin Alih untuk menjadi mandor pertama di Pulau Seliu. Perintahnya datang dari Pangkalpinang. Mulai sejak itulah Pulau Seliu memiliki kekuasaan. Karena selain mandor, H Mahmud pun ditunjuk sebagai ‘Kepala Kampung’, kemudian ada jabatan lurah, dan sekarang adalah Kades (Kepala Desa),” kata Kades Edyar, Selasa (30/7).
Lanjut Kades Edyar menjelaskan, mulai dari Tahun 1896, Desa Pulau Seliu telah menjadi area yang memiliki pemimpin yaitu H Mahmud bin Alih.
Bahkan menurutnya, pada tahun tersebut suasana lingkungan di pulau telah memiliki peradaban serta konsep pengembangan ekonomi.
“Dulu disini ada bidang pertanian kopra. Sejarah pun bisa dibuktikan dengan peninggalan seperti rumah tradisional yang masih kokoh berdiri sejak saat penjajahan Hinda Belanda dahulu,” bebernya.
Kejayaan Pulau Seliu
Kaitan sejarah ini, Kades Edyar mengajak perangkat desa serta masyarakat untuk memikirkan, bagaimana caranya agar kejayaan Pulau Seliu seperti dahulu kala bisa kembali.
Mengenai rencana ke depan, Edyar mengatakan ekonomi masyarakat Desa Pulau Seliu harus diangkat. Pihaknya akan berusaha menarik investasi untuk menumbuh kembangkan potensi yang ada di Pulau ini. Sehingga para pelaku usaha, pelaku UMKM juga bisa terdorong di dalam usahanya masing masing.
Meskipun, Ia mengakui hingga kini Pulau Seliu belum memiliki produk unggulan yang bisa dikembangkan secara luas dan mandiri.
“Walaupun dulu Pulau Seliu terkenal dengan emping (melinjo), kerupuk, hasil laut, tapi itu kurang dominan. Menurut saya harus ada kegiatan usaha yang betul betul mengangkat ekonomi masyarakat,” tutur dia.
Pelatihan UMKM
Edyar menambahkan, Pemdes Pulau Seliu mulai tahun ini akan mengadakan berbagai macam pelatihan UMKM. Produk KUMKM yang akan menjadi titik berat dalam pelatihan melalui program Desa, sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar ekspor.
“Semoga di tahun depan ada pelaku investasi yang sudah menjalankan usahanya di desa kami. Mereka diharapkan berkontribusi terhadap UMKM disini, dan membuat produk produk unggulan Desa Pulau Seliu,” tambah Kades Edyar. (Tim)







