GasparNews.com, Pangkalpinang – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali dikeluhkan para sopir truk di Kota Pangkalpinang.
Sejak malam hari, antrean kendaraan angkutan barang terlihat berjejer di sepanjang Jalan Ahmad Yani Dalam, tepatnya di salah satu SPBU di kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan, sejumlah sopir truk bahkan rela bermalam di dalam kendaraan demi mendapatkan solar saat SPBU mulai beroperasi pada pagi hari.
Mereka mengaku harus datang lebih awal karena pembelian solar dibatasi.
Salah satu sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengatakan, antrean seperti ini bukan pertama kali terjadi.
“Kalau tidak antre dari malam, pagi bisa tidak kebagian. Biasanya dibatasi, jadi kami terpaksa berbaris lebih awal,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Fenomena kelangkaan solar ini disebut-sebut kerap terjadi pada periode tertentu, baik karena tingginya kebutuhan maupun faktor distribusi.
Namun hingga saat ini, wartawan GasparNews belum berhasil menemui pihak SPBU maupun perwakilan PT Pertamina (Persero) untuk meminta klarifikasi terkait penyebab antrean panjang tersebut.
Pasokan Kebutuhan Masyarakat Terancam
Muncul dugaan keterlambatan pengiriman atau terbatasnya stok menjadi penyebab terjadinya antrean.
Para sopir berharap ada penjelasan resmi agar mereka tidak terus-menerus dirugikan oleh kondisi yang berulang ini.
“Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan perusahaan distribusi dan jasa kargo,” ungkapnya.
Pasalnya, jika solar sulit diperoleh, proses pengiriman barang bisa terhambat dan berdampak pada pasokan kebutuhan masyarakat.
“Apabila situasi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan mengganggu roda perekonomian di Pangkalpinang khususnya, dan Bangka Belitung pada umumnya,” ujarnya diellengan nada resah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi. (Ronald)







