Gasparnews.com, Selat Nasik – Tradisi selamat kampong di Desa Selat Nasik berlangsung hikmat, yang merupakan salah satu hasil karya sejarah warisan budaya di Belitung, yang dilaksanakan di Rumah Adat Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Jumat (21/10/2022).
Acara itu dihadiri oleh Kades Desa Selat Nasik Anuar, Dukun Kampung Kik Kun Jemasa, para Tokoh Agama, Tokoh Adatdat dan segenap masyarakat Desa Selat Sasik.
Kepala Desa Selat Nasik, Anuar mengatakan kegiatan itu dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Selamat Kampong dilakukan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat dalam satu kampung, agar terhindar dari segala musibah, bencana, marabahaya dan malapetaka.
“Selamat Kampong dilaksanakan setiao tahu di Desa kami, yang tujuannya agar warga di kampung kita terhindar dari marabahaya,” ucap Kades Desa Selat Nasik, Anuar kepada awak media.
Acara diisi dengan Doa Bersama
Kegiatan Selamat Kampong ini dimulai sejak pukul 13:30 WIB hingga pukul 15:00 WIB, diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya yasinan berjamaah, ceramah agama, pelaporan jumlah masyarakat adat, makan bedulang dan dilanjutkan dengan pengajian dan acara prosesi adat secara turun-temurun yakni pembakaran dupa.
“Setelah melapor jumlah masyarakat adat tadi, mereka minta untuk didoakan bersama untuk 1 tahun adat. Jadi, itulah yang kita doakan bersama memohon kepada Allah SWT untuk keselamatan kita bersama,” imbuhnya.
Ia menjelaskan untuk selamat kampong ini setiap tahun tidak ada perubahan dalam prosesi adat, sebab sudah banyak penggalian budaya yang sering dihilangkan.
Islam dan Tardisi Warisan Budaya
Untuk itu, Ia mengungkapkan bahwa Selamat Kampong adat ini selalu dikaji kembali untuk menjadi suatu prosesi adat dan budaya serta mengandung unsur-unsur islami.
“Selain prosesi adat tetapi juga ada unsur-unsur islaminya yang kita tampilkan kembali. Tradisi inilah yang harus kita perbaiki untuk menambahkan nilai religiusnyA,” ungkap Kades Anuar.
Kades Selat Nasik, Anuar berharap agar bersama menjaga nilai-nilai Islami disamping warisan budaya yang ada, juga lebih terasa dalam nilai budaya Melayu Belitung. (Mu)







