GasparNews.com, Tanjungpandan – Pergerakan penumpang di Bandara H AS Hanandjoeddin selama periode 13–16 Maret 2026 tercatat mencapai 8.816 orang. Data tersebut berdasarkan laporan Posko Monitoring Angkutan yang dirilis pada 16 Maret 2026 pukul 21.12 WIB.
“Secara kumulatif, jumlah pergerakan pesawat selama empat hari tersebut mencapai 52 pergerakan atau meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 48 pergerakan,” kata GM Bandara, Hernindya Arie Setyawan kepada wartawan, Selasa (17/3).
Sementara itu, jumlah penumpang tercatat 8.816 orang atau sedikit menurun 0,3 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 8.845 orang.
Untuk angkutan kargo, volume yang tercatat mencapai 59,8 ton atau turun 9,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 66 ton.
Pada data harian 16 Maret 2026, tercatat sebanyak 17 pergerakan pesawat, meningkat 21,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 14 pergerakan.
Jumlah Penumkang Meningkat
Jumlah penumpang mencapai 2.800 orang atau naik 6,2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.636 orang.
Namun demikian, volume kargo harian tercatat 12 ton atau mengalami penurunan 37,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19,2 ton.
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP), pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar 82,3 persen dengan rincian 14 penerbangan tepat waktu dan tiga penerbangan mengalami keterlambatan dari total 17 penerbangan.
Secara kumulatif selama periode 13–16 Maret 2026, OTP tercatat sebesar 75 persen, dengan 39 penerbangan tepat waktu dan 13 penerbangan mengalami keterlambatan dari total 52 penerbangan.
Load Factor pada 16 Maret 2036 Capai 87,4 Persen
Tingkat keterisian penumpang atau load factor pada 16 Maret 2026 mencapai 87,4 persen dengan realisasi 2.800 penumpang dari total kapasitas 2.802 kursi.
Sedangkan secara kumulatif selama periode 13–16 Maret 2026, load factor tercatat mencapai 90,376 persen.
Sementara untuk pemanfaatan slot penerbangan, tercatat 94,4 persen secara harian dan 94,545 persen secara kumulatif selama periode 13–16 Maret 2026.
Adapun penerbangan tambahan (extra flight) pada 16 Maret 2026 terealisasi delapan penerbangan dari rencana 10 penerbangan atau sebesar 80 persen.
“Secara kumulatif selama periode 13–16 Maret 2026, realisasi extra flight mencapai 18 penerbangan dari rencana 25 penerbangan atau sebesar 72 persen,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan tersebut, seluruh pergerakan penerbangan selama periode monitoring masih didominasi oleh penerbangan domestik, sementara penerbangan internasional tercatat nihil. ***







