GasparNews.com, Belitung – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung menyatakan memahami keluhan peternak ayam mandiri terkait tingginya harga pakan serta sulitnya memperoleh bibit ayam atau Day Old Chick (DOC).
Plt Kepala DKPP Belitung, Hamzah, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta pihak-pihak yang bergerak di bidang usaha perunggasan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, khususnya terkait ketersediaan dan distribusi DOC bagi peternak mandiri.
Terkait adanya dugaan perbedaan akses pasokan DOC antara peternak mandiri dan peternak dengan pola kemitraan, DKPP Belitung akan melakukan pendalaman serta meminta data dan informasi dari para pihak agar persoalan tersebut dapat dilihat secara objektif.
“Kami akan menampung aspirasi peternak dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Yang terpenting, ketersediaan DOC dan tata niaga perunggasan di daerah dapat berjalan dengan baik serta tidak merugikan peternak,” ujar Hamzah saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DKPP Belitung, Kamis (20/8/2026).
DKPP Belitung Respon Peternak Mandiri
Ia juga mengimbau para peternak mandiri untuk menyampaikan data dan kendala yang dihadapi secara lengkap.
Dengan demikian, kata dia pemerintah daerah memiliki dasar untuk melakukan evaluasi dan menyampaikan persoalan tersebut kepada instansi yang memiliki kewenangan.
“Mengenai harga pakan dan harga jual ayam, Dinas akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait karena pembentukan harga juga dipengaruhi oleh kondisi pasar dan rantai pasok,” imbuhnya.
Menurut Hamzah, pemerintah daerah berkomitmen mendorong iklim usaha peternakan yang sehat dan berkeadilan.
Hal tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi peternak mandiri untuk tetap berkembang sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten Belitung.***







