Dinda Rembulan Minta Kemenhut Konsesi PT HLR Ditinjau Ulang

banner 468x60

GasparNews.com, Jakarta – Berbicara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Kehutanan RI, Senator Dinda Rembulan Emron meminta pihak Kementerian Kehutanan meninjau kembali ijin konsesi PT Hutan Lestari Raya (HLR).

Permintaan ini terkait dengan kehadiran PT HLR di Bangka Belitung  yang lebih banyak memunculkan konflik ketimbang manfaat.

Bacaan Lainnya
kalender2024

PT HLR ini, kata Dinda sudah beroperasi sejak tahun 2017 dan  memegang konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas ±35.000 hektar dengan masa izin 60 tahun.

“Nah,  masa izin 60 tahun ini minim sosialisasi yang membuat masyarakat akhirnya gaduh.  Banyak masyarakat yang  tidak tahu kalau tanahnya dicaplok untuk konsesi.  Muncul juga masalah dampak lingkungan yang akhirnya masyarakat demo,”  ungkap Dinda Rembulan Emron di RDP  Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI dengan Kementerian Kehutanan, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/09/25).

Banyaknya Keluhan Masyarakat

Dinda menambahkan,  lahan yang masuk konsesi PT HLR, mencakup wilayah yang selama ini menjadi lahan garapan turun-temurun masyarakat untuk kebun lada, padi, dan tanaman pangan lainnya.

Ada juga, kata Dinda wilayah tanah adat yang dicaplok menjadi Hutan Taman Industri oleh PT HLR, yang dalam aturannya HTI ini tidak boleh mencaplok tanah adat.

“Karena sudah banyak sekali keluhan masyarakat, saya minta pihak Kementerian untuk meninjau kembali konsesi PT HLR ini,” kata Dinda menjelaskan.

Agar lahan HTI ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, Dinda  meminta Kementerian Kehutanan untuk mempertimbangkan  mengalihkan HTI kepada program TORA  atau Tanah Obyek Reforma Agraria.

Menurut Dinda program TORA Ini  dapat  menjadi salah satu solusi karena tanah HTI ini dapat di kembalikan dan dikelola oleh masyarakat. Namun  Dinda berharap bukan hanya yang wilayah Bangka Selatan saja, yang status HTI dialihkan ke TORA, tetapi di semua wilayah Babel bisa dikembalikan ke masyarakat melalui mekanisme yang benar.

“Bangka Belitung itu adalah provinsi kepulauan dimana secara geografis  lautnya yang lebih luas dari  daratannya yang terbatas. Karena itu, ke depan mohon lebih bijak lagi dalam menetapkan kawasan hutan,”  tutup Dinda mengakhiri pernyataannya.

Dalam RDP dengan BAP DPD RI itu, pihak Kementerian Kehutanan menghadirkan 10  orang pejabat eselon yang terdiri dari 2 orang staf ahli menteri, 6 orang direktur dan 2 orang kepala bagian.  (*)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *