Gasparnews com, Belitung – Mulai bulan September – November 2024 pesta demokrasi kembali digelar. Masyarakat beserta para calon Kepala Daerah akan melalui masa kampanye di Pilkada Serentak 2024.
Tentunya, sengaja atau tidak sengaja, berbagai macam isu akan berkembang terkait pemilihan, termasuklah dengan isu SARA.
Tokoh agama sekaligus pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Belitung, Romo Budhi Damapannu mengingatkan supaya para calon Bupati/Wakil Bupati nantinya akan berkampanye secara bijak.
“Apabila ada calon yang mengandalkan isu SARA untuk mencari suara, itu sama saja tidak ada kedewasaan di dalam berdemokrasi,” sebutnya, Rabu (31/7).
Selaku pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Belitung yang terdiri dari gabungan tokoh atau pemuka berbagai agama, Romo Budhi mengakui akan terus melakukan antisipasi.
“Kami akan sosialisasi ke umat masing masing, bahwa isu SARA lebih baik jangan ditanggapi,” harap Romo Budhi.
Kabupaten Belitung sendiri menurut penilaian Romo Budhi sudah memiliki tingkat kerukunan antar umat beragama yang tinggi. Hanya sayangnya riak riak kecil dari perpecahan selalu muncul di tahun tahun politik.
“Masih ada kalau telah memasuki masa pemilihan politik, tapi untungnya masih bisa diantisipasi. Kalau untuk kerukunan aslinya tanpa embel embel politis, masyarakat Belitung sangat luar biasa dan patut diberikan pujian,” ujar Romo berikan pujian.
Bijaksana Berpolitik
Romo Budhi menghimbau kepada tiap politikus yang memiliki kepentingan politis untuk bergerak secara lebih bijak.
“Siapapun calonnya, daripada isu SARA, ada 3 hal yang wajib dikampanyekan. Kalau menurut saya 3 dimensi yaitu ekonomi, pendidikan, dan hukum. Ini saja, karena ini yang memicu terbelahnya ke-bhineka-an kita, terbelahnya kerukunan, karena faktor faktor itulah yang menjadi penyebab awal secara tidak disadari,” pintanya.
Untuk putra putri terbaik di Belitung yang maju ke dalam Pilkada Serentak 2024, Romo Budhi berpesan jangan mempermainkan isu isu yang akan merugikan kita semua. Tolong perhatikan perkembangan tentang 3 hal yang harus diperbaiki. Faktor Ekonomi, pendidikan, dan hukum. “Siapapun pemimpinnya kalau 3 hal ini sudah ditangani dengan sebaik mungkin, maka seluruh aspek akan maju.
“Masyarakat sebenarnya sudah cukup dewasa mengenai kerukunan antar umat beragama, jadi jangan sampai rusak hanya gara gara kepentingan politik,” tambahnya. (*)







