Gasparnews.com, Belitung Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan peninjauan ke lokasi pembukaan lahan sawit milik PT SMM, merespon keluhan warga sekitar perbatasan antara Air Kelabu dan aliran Anak Sungai Lenggang Simpang Berangan Kecamatan Renggiang Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (14/10/2022).
Lokasi itu tepatnya di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Sahabat Mewah Makmur (SMM), para Anggota DPRD Babel ini menemukan pembukaan lahan perkebunan Kelapa Sawit dekat aliran Anak Sungai.
Kunjungan para Dewan Provinsi Babel ke lokasi tersebut berdasarkan penyampaian aspirasi masyarakat Kecamatan Renggiang ketika Eka Budiartha SMn, MSi melakukan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) No 19 Tahun 2017 tentang Penataan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Gedung Pertemuan Kantor Camat Renggiang beberapa waktu yang lalu.
“Masyarakat Renggiang mempertanyakan adanya penanaman kelapa sawit disekitar Daerah Aliran Sungai Lenggang yang nantinya akan berdampak kepada habitat makhluk hidup yang berada di sungai Lenggang,” ungkapnya.
Dievaluasi Anggota DPRD Babel dan Pihak Terkait
Ia menambahkan Kunjungan Kerja Komisi III bersama pihak terkait sedang mendata dan mengevaluasi dan hingga kini belum dapat membuat kesimpulan, meskipun fakta dilapangan banyak ditemukan penanaman baru kelapa sawit.
“Ini dalam mencari data dilapangan, Komisi III didampingi oleh Dinas LHK yaitu KPH Gunung Duren, untuk memetakan data di lokasi yang nantinya akan kami evaluasi pada waktu rapat dengan DLHK dan BPKH di DPRD Provinsi, Jadi intinya kunjungan kelapangan ini baru tahap pencarian data dan informasi. Kami belum bisa membuat kesimpulan walaupun fakta dilapangan banyak ditemukan penanaman baru kelapa sawit,” tambah Eka Budiarta.
4 Anggota DPRD Babel Tinjau Lokasi Sawit PT SMM
Peninjauan beberapa Anggota DPRD Babel ke lokasi kawasan perkebunan PT SMM di Kecamatan Renggiang dilakukan oleh Tiga Anggota Dewan dari Komisi III dan Satu dari Komisi IV DPRD Babel, diantaranya Eka Budiartha SMn MSi, Rudi Hartono, Mulyadi dan Hellyana serta didampingi Camat Renggiang, pegawai UPTD KPHP Gunung Duren, Kepala Desa Renggiang serta masyarakat Kecamatan Renggiang.
Warga Keluhkan Lahan Sawit Dekat dengan Aliran Sungai
Ketua Komunitas Tebat Rasau Desa Lintang, Nasidi saat berada di lokasi peninjauan mengatakan, kedatangan Anggota DPRD Provinsi Babel ini sengaja mengajak masyarakat Kecamatan Renggiang ke lokasi tersebut, karena mereka tahu seluk beluk lokasi yang berada dikawasan areal Kecamatan Renggiang.
“Menurut kami dari masyarakat, pembukaan lahan sawit disini terlalu dekat dengan wilayah sungai, itu yang tidak kami inginkan,” pungkasnya.
Ia menegaskan, dampak dari pembukaan lahan sawit yang terlalu dekat wilayah sungai ini, akan dirasakan oleh masyarakat dan kehidupan alam yang berada disekitar aliran sungai Lenggang tersebut.
“Arah kebawah aliran sungai Lenggang ini kehidupannya luarbiasa, ada misalnya mata pencahariannya dari ikan, dan berbagai jenis ikan ada disana yang mesti kita lindungi,” ujarnya.
Ia berharap, dengan kedatangan Anggota DPRD Babel ini bisa melihat situasi dan kondisi di lokasi pembukaan lahan yang dekat dengan wilayah sungai, agar dapat membuat lebih adil lagi, baik itu dengan pihak perusahaan perkebunan sawit maupun dengan masyarakat yang kehidupannya bergantung dengan sungai Lenggang ini.
Pemangku Adat Ajak Bersama Jaga Lingkungan
Sementara ditempat yang sama, Pemangku Adat Desa Renggiang, Toni menjelaskan aliran air yang mengalir itu merupakan bandar air buatan PT SMM.
“Dampak lingkungannya, karena ini di daerah sungai Lenggang ada aktifitas nelayan ikan air tawar lokal, jelas merusak, karena anak anak sungai tersebut sudah habis mereka garap, setiap kali hujan, tidak ada lagi serapan air dan rawan untuk banjir. Setidaknya patuhi Perda nomor 19 tahun 2017, di situ tertulis seperti apa tata kelola perkebunan dan dampak lingkungan,” paparnya
Ia berpesan minta tolong untuk sama sama menjaga lingkungan dan mahluk disekitarnya untuk kelangsungan anak cucu kita kelak.
“Kami sebagai rakyat biasa, berharap ke Pemerintah supaya adil dan bijaksana dalam bertindak,” imbuh Toni. (Red/Tim)







