Gasparnews.com, Bandung – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPR Indonesia) berikan kritikan terhadap Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil sebelum lengser dari jabatannya. Selasa (11/9/2023).
DPP LSM PMPR Indonesia melalui Ketua Umumnya Kang Rohimat Joker menyampaikan, bahwa Ridwan Kamil sebelum lengser menjadi Gubernur seharusnya bertanggungjawab secara penuh mengenai Darurat Sampah yang terjadi di Jawa Barat.
Seperti yang sudah dibahas oleh DPRD Kota Bandung yang meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera mengambil langkah mengatasi sampah di wilayah Bandung Raya, termasuk di Kota Bandung sebagai akibat dari terbakarnya TPA Sarimukti dan sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup yang minta mengurangi pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.
“Sebelum terjadinya kebakaran, sudah dilakukan dilakukan pembatasan pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti, kemudian sekarang kebakaran, maka saya sebagai wakil rakyat meminta Gubernur Ridwan kamil untuk mempersiapkan kondisi Bandung Raya dalam mengatasi sampah,” kata Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan, Kamis, 24 Agustus 2023 yang lalu.
Menurut Tedy, ditutupnya TPA Sarimukti berdampak pada empat wilayah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat, yang dipastikan menuju darurat sampah.
Ia berharap Badan Pengelolaan Cekungan Bandung yang mengurusi masalah lintas sektoral dan lintas wilayah bisa segera turun dan membentuk tim untuk mengatasi sampah.
“Jika tidak cepat diatasi, di Kota Bandung dan tiga wilayah lainnya dikhawatirkan terjadi tumpukan sampah di mana-mana dan terjadi darurat sampah. Gubernur penting, membentuk Tim Satgas Darurat Sampah untuk mencari lahan baru sebagai antisipasi jika TPA Sarimukti belum bisa digunakan,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna, untuk mengantisipasi penumpukan sampah akibat terbakarnya TPA Sarimukti Sarimukti, berharap adanya percepatan pengoperasian TPA Legok Nangka oleh Pemprov Jabar.
Dalam hal ini Ketua Umum DPP LSM PMPRI Kang Rohimat atau Kang Joker menyampaikan beberapa hal yaitu yang pertama seharusnya Ridwan Kamil (RK) mengambil keputusan untuk menggunakan TPS Legok Nangka yang ada di Kabupaten Bandung Nagreg, kedua Ridwan Kamil terkesan lambat dalam mengambil keputusan, seharusnya RK berfikir bahwa setiap hari produksi sampah, baik dari masyarakat maupun restoran ataupun sektor lain terus bertambah, ditambah dengan terjadinya Kebakaran sampah di TPS, hal ini harusnya menjadi perhatian kongkrit Pemprov Jabar saat Ridwan Kamil Masih menjabat, ketiga sekarang RK terkesan cuci tangan dengan permasalahan yang ada, padahal waktu itu ia masih punya waktu untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang maksimal dari pada sekedar keliling-keliling Kabupaten atau Kota untuk perpisahan masa Jabatan.
“Ya intinya dalam hal ini sampah memang tanggung Jawab kita bersama, tapi kita juga harus ingat bahwa Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar seharusnya waktu itu mengambil keputusan yang jelas , karena sampah ini tidak bisa di perlambat kuantitasnya,” pungkas Kang Joker saat ditemui Media .







