Ketum MPAI Ngadi Utomo Kecam Keras Pemasangan APK Dipaku di Pohon

banner 468x60

Gasparnews.com, Bandung – Tahun pemilu sudah jadi momok di masyarakat negeri ini. Salah satu pembahasannya adalah APK (Alat Peraga Kampanye) yang dipampang atau dipasang di pohon-pohon.

Anggapannya memiliki posisi strategis serta dipandang memiliki daya tarik oleh para pejalan kaki atau yang menggunakan jalan.

Bacaan Lainnya
kalender2024

Karena itu, tindakan dan kegiatan para relawan di berbagai partai dan calon legislatif bahkan presiden sengaja memasang APK di pohon, kalaupun Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) sudah mengingatkan keras dengan peraturannya.

Seperti yang diungkapkan Ketua Umum Masyarakat Penjaga Alam Indonesia ( MPAI) Ngadi Utomo S Sos SH MH, menuturkan seharusnya kegiatan kampanye tidak usah menggunakan pohon sebagai objek penempatan APK.

Singgungnya, Kalaupun tidak dipaku, hanya menggunakan tali plastik atau kain, sepertinya kurang elok dilihat.

“Sudahi memaku APK di pohon atau tempat umum yang akan terlihat kumuh atau tidak sedap dipandang mata. Cari cara yang lebih bijak dan santun memanfaatkan sarana umum dengan layak. Dengan banyak kejadian APK di paku di pohon. MPAI akan mendatangi Satpol PP Jabar dan Bawaslu agar bisa menertibkan APK yang terlarang,” keluhnya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/12).

Tertibkan APK di Pohon

MPAI salah satu organisasi pencinta lingkungan, yang konsen terhadap kerusakan alam, Ngadi Utomo juga menghimbau kepada seluruh DPD, DPC, PAC yang sudah berdiri di seluruh Indonesia untuk memantau dan memberikan himbauan untuk tidak memasang APK yang dipaku di pohon.

Hal senada juga datang dari seorang wartawan sekaligus penulis sastra di Bandung yang dipanggil akrab Kyai Matdon pun ikut bicara merasa kecewa dengan siapapun yang berebut kursi panas mengabaikan para relawannya memasang di pohon dengan cara dipaku.

“Semoga saja masyarakat untuk tidak memilih para calon penentu kebijakan politik di negeri kita ini. Pasalnya pohon juga tidak dihargai. Padahal pohon sebagai mahluk hidup yang perlu kita jaga kelestariannya dan pertumbuhannya, ungkapnya sesekali berkomentar di group WA bernama Newsroom,” ungkap
Kyai Matdon dalam tulisannya. (Tim)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *