Warga Minta Inspektorat Audit Penggunaan Dana Desa Tebing Abang

banner 468x60

Gasparnews.com, Muara Enim – Proyek Pembangunan fisik Desa Tebing Abang, Kecamatan SDT, Kabupaten Muara Enim dengan menganggarkan Dana Desa (DD) kini menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya diduga proyek tersebut dijadikan ajang manfaat untuk meraup keuntungan yang besar tanpa mementingkan kualitas pekerjaan dan manfaat Bagi masarakat.

Bacaan Lainnya
kalender2024

Padahal pemerintah telah mengelontorkan dana tidak sedikit untuk membangun infrastruktur untuk masarakat memakai uang negara di keluarkan dengan harapan dapat mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tebing Abang kecamatan Semendo Darat Tengah kabupaten Muara Enim.

Pembangunan dan peningkatan untuk masarakat yang mengunakan “uang rakyat” bukanlah semata-mata menginginkan proyek ya tapi hendaknya dana Desa (DD)yang sudah diakolasikan harus seimbang dengan volume mutu dan kualitas proyek seperti jalan usaha tani, jalan lingkar desa siring sepal karena apabila hal itu tidak terjadi, maka masyarakat yang sangat dirugikan.

Kaitan hal ini, harus ada yang bertanggung jawab bisa jadi pekerjaan proyek jalan tersebut dapat berdampak hukum bagi pihak-pihak terkait

Dalam pelaksanaan proyek-proyek tidak menutup kemungkinan terjadi Konspirasi jahat antara penguna anggaran, pengawas internal pemerintah dan pelaksana proyek

Bila sudah terjadi rencana jahat antara penguna anggaran Dana Desa (oknum pemerintah) dengan pihak kontraktor pelaksana untuk meminimalisir kebocoran uang negara dalam pengerjaan proyek, di sinilah di butuhkan peran serta pengawasan masyarakat sebagai pengawas.

Salah satu contoh uraian di atas adaya proyek pembangunan jalan usaha Tani Desa Tebing Abang kecamatan semende darat Tengah kabupaten Muara Enim di kerjakan Asal jadi tidak sesuai sepek kulasi Rab Dan man paat bagi masarakat banyak

Di ketahui pembangunan jalan Usaha tani bersumber dana DD tahun 2024 dengan nilai kontrak tidak terterah atau tidak di temukan papan proyek di lokasi
Dari hasil investigasi langsung di lapangan di duga di kerjakan asal jadi

“Kami menduga proyek pembangunan jalan,tidak sesuai spesifikasi dalam RAB, terlihat dari pekerjaan memakai alat manual  pengerjaan campuran semen ya tidak cukup, dan ketebalannya tidak cukup. Bukan itu saja, batu penimbun yang seharusnya batu seplit,terlihat Batu mangga pemasangan papan mal nya pun terlihat asal asalan,” kata sumber dari media ini, Selasa (12/11).

Seandainya hal ini tidak ada penindakan, nantinya akan rusak kembali dan pemerintah harus mengeluarkan dana lagi untuk pembangunannya.

“Kami tidak paham tentang tehnis kontruksi, namun terlihat dari pandangan saya sebagai orang awam pelaksana proyek ini tidak sesuai letak dan tempat bukan hanya ketebalan dan mutu semen tipis, di duga komposisi adukan semen terlalu mudah, selain itu kami rasa mungkin jalan ini memakai molen dan Batu pun pakai seplit Bukan Batu mangga dan cara mengaduk semen pun sangat la lucu amburadul,” ungkap Ad, warga Tebing Abang itu.

Lemahnya Pengawasan

Lanjutnya, di Desanya memang lemah pengawasan pembangunan, setiap pembangunan kebanyakan belum lama suda rusak dan letak bangunan pun tidak jelas membangun jalan tidak ada arah kebanyakan asal buat.

“Apaka memang seperti itu, apa bagai mana dan terlihat jalan ini cuman keuntungan kepala desa umarlin saja tidak ada warga untuk memakai jalan,ini akses kebun pribadi kades umarlin apaka pembangunan jalan usaha tani yang dibangun untuk pribadi kepala desa atau gimana,dan banyak lagi jalan yang di bangun oleh pemerintah desa tidak ada man paat dan membuang uang negara saja,kami masarakat suda geram dengan ulah kepala desa seperti ini kami menginginkan penegak hukum untuk mengaudit pekerjaan pisik dari tahun 2022 sampai sekarang tidak tepat sasaran dan ini kami menduga kepala desa terlalu berani mengambil keputusan tanpa melalui musawarah desa/memaksakan kehendak,” kata dia mempertanyakan.

Perlu Audit Inspektorat

Ia berharap inspektorat dan APH untuk turun mengaudit pekerjaan tersebut, jangan sampai membiarkan hal seperti ini terus terulang kami selaku masyarakat merasa sangat kecewa dengan oknum kepala desa satu ini.tutupya

“Camat SDT saat dikonfirmasi dengan adanya bangunan jalan usaha tani di desa Tebing Abang dengan anggaran Dana desa tahun 2024, akan memanggil kepala desa dan BPD untuk memastikan kebenaran apa yang di laporkan rekan media,” ujarnya lewat whatsApp.

Kaitan masalah tersebut, Kepala Desa membenarkan dengan adanya pembangunan jalan usaha tani ini memakai batu besar karna kondisi tanah tidak sesuai, dan kepala desa seakan enggan dengan tanggapan masyarakat.

“Masarakat juga berharap Pj Bupati Muara Enim segera memanggil Kepala Desa Tebing Abang, Umarlin untuk melakukan sangsi dan APH untuk mengecek anggaran dana desa Tebing Abang diduga kepala desa kebal hukum,” pintanya. (M Ridho)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *