Ini Kata Tokoh KKSS Beltim Terkait Kapal Pinisi Yang berlayar di Tengah Kota Manggar

banner 468x60

Gasparnews.com, Belitung Timur – Pawai Pembangunan atau Karnaval kali ini di Belitung Timur (Beltim) dalam rangka Memperingati Hari Proklamasi ke -78 tahun 2023, di ikuti oleh 127 Peserta dari berbagai kalangan masyarakat dan pelajar pada hari Minggu 27/08/2023, dan salah satu peserta pada pawai kali ini adalah dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Beltim yang di Nahkodai oleh Herri Susanto, S.STP sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah Kabupaten Beltim periode 2023-2027.

Muhammad Noor Masese, salah satu Tokoh Masyarakat KKSS ( Bugis) di Beltim kepada media ini, Senin 28/08/2023, mengucapkan terima kasih kepada pengurus BPD KKSS Beltim dan seluruh masyarakat KKSS di Beltim atas partisipasi sebagai perwujudan ikut serta masyarakat KKSS dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan yang menjunjung tinggi persaudaraan dan menjaga ketentraman Belitung Timur.

Bacaan Lainnya
kalender2024

“Pawai Pembangunan yang dimeriahkan oleh masyarakat dengan menampilkan berbagai khas seperti etnis, suku, budaya, keagamaan dan berbagai antraksi hiburan lainnya, maka KKSS dengan miniatur kapal Pinisi mengarungi jalan di sepanjang kota Manggar bersama Beltim melaju bangkit dan berdaya dengan ribuan warga KKSS membaur menyatu dengan masyarakat lainya yang tumpah ruah menyaksikan pagelaran Karnaval tahun ini,” ujar M Nur panggilan akrab Muhammad Noor Masese.

Saat awak awak media menanyakan terkait apa pilosopi kapal Pinisi itu, M Nur menyebutkan, pilosopi kapal Pinisi ini sebenarnya sangat panjang penjabarannya, tapi Ia secara singkat menjelaskan bahwa kapal Pinisi adalah kapal layar tradisional kebanggan Indonesia yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Lebih tepatnya dari Desa Bira Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

“Pinisi merupakan kapal layar dengan Dua tiang dan memiliki Tujuh layar, Dua tiang layar utama ini konon berarti dua kalimat syahadat yang dipercaya oleh umat Islam dan Tujuh buah layar merupakan jumlah dari surah Al-fatihah. Pinisi sendiri memiliki filosofi hidup yang dapat kita amalkan, sejak dari sebelum proses pembuatan hingga proses akan berlayar,” jelasnya.

Lanjut Dia lagi, dari sebuah kapal Pinisi ini terdapat makna yang dapat diambil dari nilai nilai kehidupan yang tersirat untuk menjadi sebuah pelajaran, Ada beberapa nilai nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan dan kebulatan tekad yang dapat kita pelajari dari sebuah kapal Pinisi diantaranya gotong royong, pendirian kokoh yang percaya pada proses, Keindahan atau seni, etos kerja dan religi.

“Seperti apa yang disampaikan Bupati Beltim dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung dan Dia menyebutkan tanpa adanya dukungan, kreatifitas dan partisipasi seluruh masyarakat Kota Manggar tidak akan terwujud karnaval semeriah ini di Kota Manggar Beltim, dengan antusias masyarakat menyambut dan memeriahkan kegiatan pawai karnaval HUT RI Ke-78 ini, sehingga acara karnaval ini dapat sukses terlaksana.” ujarnya.

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *