Ketua IDI Belitung Ajak Warga Kenali Gejala TBC Sejak Dini

banner 468x60

GasparNews.com, Tanjungpandan – Dinas Kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Belitung gelar kegiatan Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) diarea lingkungan Puskesmas Aik Saga pada Rabu (26/8/2026).

Bacaan Lainnya
kalender2024

Sejumlah warga yang memiliki kontak erat dengan pasien tuberkulosis (TBC) mendapat edukasi mengenai pentingnya mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan sejak dini di wilayah kerja Puskesmas Air Saga, Kabupaten Belitung.

Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung di salah satu rumah warga dan menyasar anggota keluarga maupun masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC.

Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Belitung, dr Dena Asnajaya SpP mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sehingga penderita dapat segera memperoleh penanganan medis.

“Salah satu tujuan kegiatan ini untuk menemukan kasus TBC paru sedini mungkin agar segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat yang berada di sekitar pasien TBC perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tanda dan gejala penyakit tersebut. Dengan demikian, warga dapat lebih cepat mengambil langkah ketika menemukan gejala yang mencurigakan.

Ia menjelaskan beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk selama lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam yang berlangsung terus-menerus terutama pada malam hari, serta pada sebagian kasus dapat disertai sesak napas.

Dena mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan.

“Kenali tanda dan gejala TBC dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan gejala tersebut,” katanya.

Pahami Gelaja TBC

Ia menambahkan, kepedulian keluarga memiliki peran penting dalam upaya menemukan kasus TBC lebih awal.

Dukungan keluarga juga diperlukan agar anggota keluarga yang mengalami gejala tidak merasa takut atau malu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa TBC dapat ditangani apabila ditemukan dan diobati secara tepat.

Deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC, terutama di lingkungan keluarga yang menjadi salah satu kelompok paling berisiko karena intensitas interaksi yang tinggi.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan dan semakin besar peluang untuk mencegah penularan kepada orang-orang di sekitarnya,” tambahnya. ***

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *