Syamsurizal: Kembalikan Tupoksi FKUB, Masalah Pemilu Berikan pada KPU dan Bawaslu Beltim

banner 468x60

Gasparnews.com, Manggar – Aktivis Kabupaten Beltim (Beltim), Syamsurizal berharap Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Beltim bekerja pada tupoksinya.

Kaitan hal itu disampaikan langsung oleh Samsurizal selaku aktivis Beltim yang ikut hadir pada kegiatan Ngupi Kerukunan Jelang Pemilu di Warkop Milenium Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur pada Jumat malam (27/10/23) kemarin.

Bacaan Lainnya
kalender2024

Aktivis Beltim itu menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut seharusnya di inisiasi oleh KPU Beltim atau Bawaslu Beltim terkait kegiatan yang bertemakan “Harmoni dalam Keberagaman”.

“Mestinya FKUB bertugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat serta memberi sosialisasi undang-undang bukan mensosialisasikan tentang  pemilu,” ujar Syamsurizal kepada wartawan, Sabtu (28/10).

FKUB Mestinya Bahas Penyakit Masyarakat

Lebih lanjut Ia mengatakan, FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

“Masih banyak persoalan penting yang seharusnya menjadi topik diskusi yaitu menyangkut penyakit mayarakat seperti halnya judi yang terang-terangan , penjualan arak Minol dan lainnya. Hal ini terlihat hampir tak terkendali di Beltim. Masalah pemilu serahkan saja ke ahlinya, biarlah itu menjadi tugasnya KPU dan bawaslu Beltim. FKUB kembalilah pada tugas dan fungsinya,” tegas aktivis Beltim itu.

Persoalan Study Banding ke Bali?

Singgungnya, begitu juga terkait Study Banding FKUB Beltim Ke Bali. Menurutnya hal itu bukan Study Bandingnya yang di pertanyakan, tapi ulah Oknumnya.

“Bukan persoalan Study banding atau kunjungannya yang dipersoalkan, silahkan itu hak organisasi mau kemana aja, yang penting semua kegiatan di pertanggungjawabkan,” pinta Syamsurizal.

“Nah yang kami pertanyakan  adalah terkait ulah oknum sekretaris FKUB dan salah seorang tokoh agama yang berswa photo dengan bacground Kolam renang dan turis berbikini yang tak layak di perlihatkan di media sosial oleh seorang tokoh agama yang menjadi panutan,” sambungnya.

Pertanyakan Pertanggungjawaban Oknun FKUB

Kemudian, kaitan hal tersebut pihaknya juga menilai aneh kenapa justru Kepala Kantor Kemenag Beltim yang menjelaskan, bukannya oknum yang bersangkutan.

“Apabila hal itu memang dibenarkan dalam syariat Agama Islam, silahkan bilang itu boleh. Jika tidak ini akan menjadi preseden buruk yang tak patut bagi seorang tokoh agama, apalagi FKUB ini kumpulan berbagai tokoh agama yang sewajarnya menjadi panutan bagi masyarakat,” pungkas Syamsurizal.

“Kami sebagai aktivis wajib mengkritisi jika memang itu salah dan perlu di pahami. Inilah salah satu bentuk kontrol sosial dan apresiasi kecintaan kami terhadap Tokoh Agama di Beltim pada khusunya buat organisasi FKUB ini. Ingat itu,” pungkasnya lagi. (Tim)

BANNER SEBELUM KONTEN - GN 650x30

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *