GasparNews.com, Bangka Barat – Seorang pengusaha di Bangka Barat, Karsono, membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan pencurian kabel bawah laut di wilayah Bangka Belitung.
Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan fitnah yang merusak nama baik serta reputasinya.
Tuduhan tersebut diketahui beredar melalui sejumlah media online dan platform digital dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Karsono, pemberitaan itu tidak disertai fakta hukum yang jelas, korban, maupun laporan resmi dari pihak yang dirugikan.
“Semua itu tidak benar. Itu hanya dugaan-dugaan tanpa dasar dan cenderung mengarah pada fitnah,” ujar Karsono saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Selasa, 23 Desember 2025.
Picu Persepsi Publik
Karsono menilai, penyebaran informasi yang tidak akurat tersebut berpotensi menyesatkan publik dan memicu persepsi negatif terhadap dirinya sebagai pelaku usaha.
Ia juga menyesalkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.
Lebih lanjut, Karsono mengungkapkan bahwa selama ini dirinya memang beberapa kali dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut tidak pernah berujung pada penetapan tersangka maupun penahanan.
“Kalau ditanya soal diperiksa, mungkin sudah sekitar 20 kali. Tapi faktanya tidak pernah ada penahanan, tidak ada proses hukum lanjutan, karena memang tidak ada bukti, tidak ada korban, dan tidak ada pelapor,” tegasnya.
Ia juga membantah adanya upaya suap atau koordinasi ilegal untuk menghindari proses hukum. Menurutnya, setiap pemeriksaan yang dijalani murni berdasarkan prosedur dan berakhir tanpa temuan pelanggaran.
“Alhamdulillah, bukan karena menyogok atau koordinasi apa pun. Memang faktanya cuma dugaan. Itu fitnah keji, dan saya melihat ada unsur iri dan dengki,” tambah Karsono.
Pertimbangkan Langkah Hukum
Atas pemberitaan yang dinilainya sebagai hoaks dan pencemaran nama baik, Karsono menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum. Ia berencana melaporkan balik pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut tanpa dasar yang jelas.
“Saya sedang mengumpulkan bukti-bukti pemberitaan yang merugikan. Tidak menutup kemungkinan akan saya bawa ke ranah hukum agar semuanya jelas dan tidak terus menjadi bola liar di masyarakat,” ujarnya.
Karsono berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah mempercayai berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga meminta media untuk tetap menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
“Nama baik seseorang itu mahal. Saya hanya ingin keadilan dan kebenaran ditegakkan,” pungkasnya. (Tim)







